Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Budidaya Kutu Air


 Budidaya kutu air


Daya tarik hobi memelihara ikan tentu menjadi peluang organisasi di tengah pandemi yang cukup menjanjikan. Anda bisa menjual pakan ikan, misalnya kutu air. Lebih bagus lagi jika Anda menanam kutu air sendiri di dalam rumah, sehingga biayanya lebih hemat dan keuntungannya juga meningkat.Budidaya kutu air dalam ember sebenarnya sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar.

Bagi beberapa orang, kutu air dianggap sebagai hewan yang tidak berguna atau berbahaya. Namun ternyata, kutu air hanyalah salah satu pakan ikan hias. Dengan ini, kutu air yang sering dinilai sebagai hewan peliharaan yang perlu dibasmi bisa menjadi peluang layanan yang menjanjikan. Padahal, peternakan kutu air tidak membutuhkan lokasi yang besar. Hanya dengan menyediakan ember, Anda dapat menumbuhkan kutu air yang sebelumnya dianggap sebagai hama. Bagi anda yang berminat membudidayakan kutu air, berikut adalah saran untuk memperbanyak kutu air di ember yang bisa dijadikan pakan ikan hias.


1 Siapkan bibit kutu air

Bibit kutu air bisa didapatkan dengan mencoba mencarinya sendiri. Biasanya kutu air ada di sekitar saluran air dan juga kolam. Selain itu, Anda juga dapat membuat sendiri dengan menyediakan sayuran busuk, ampas kedelai, serta susu atau air teh, serta kotoran unggas dan air limbah juga dapat digunakan untuk membuat kutu air. Mau repot, Anda bisa mendapatkan bibit kutu air Anda bisa membeli bibit kutu air di berbagai tempat di pasaran, mulai dari toko ikan hingga industri.


2. Tempat atau wadah perkembangbiakan kutu air

Tempat atau wadah yang digunakan untuk kutu air biasanya bak atau ember plastik besar. Awalnya, Anda perlu menyiapkan wadah. Caranya adalah dengan menyemprotkan kapur untuk menetralkan derajat keasaman sebelum memasukkan air langsung ke dalam bak. Kutu air tidak membutuhkan air yang dalam untuk hidup. Oleh karena itu, pengisian air tidak perlu terlalu banyak.


3. Membuat bibit kutu air.

Biji kutu air dapat dibuat dari kubis yang busuk. Untuk membuat benih ini, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan. Awalnya, bersihkan kubis yang membusuk. Setelah itu, masukkan kubis ke dalam wadah atau wadah yang berisi air dan simpan selama 1 minggu. Kemudian, setelah 1 minggu didiamkan, kotoran dari kubis akan jatuh ke dasar wadah. Nah, saat debunya turun ke dasar wadah atau dasar air, kutu air pasti akan muncul. Dalam prosedurnya, benih kutu air ini tidak boleh terkena sinar matahari rute. Faktornya, sinar matahari langsung dapat mengganggu proses perkembangan benih.


4. Pupuk kutu air

Untuk memberi makan kutu air, Anda perlu melakukan pengolesan pupuk kandang secukupnya, setelah itu diamkan selama 4 sampai 5 hari. Selain pupuk kandang, ada beberapa bahan aktif lain yang dapat digunakan sebagai pupuk kutu air, seperti tepung terigu, tepung tapioka, dedak, ragi, ampas tahu, dan eceng gondok.


5. Panen Kutu air

Kutu air dapat dikumpulkan dalam waktu 10 hingga 11 hari setelah proses pembuatan. Mengumpulkan kutu air dapat menggunakan jaring yang bagus. Setelah kutu air dihilangkan dengan menggunakan jaring yang bagus, Anda pasti perlu mencuci kutu air dengan menggunakan air bersih. Setelah dicuci, kutu air bersiap untuk diberikan sebagai pakan ikan hias.


Ternyata cukup sangat mudah bukan untuk beternak kutu air? Anda hanya perlu memperhatikan beberapa hal agar perkembangbiakan kutu air tidak terganggu

Post a Comment for "Budidaya Kutu Air"